Dakwah DPW Hidayatullah Gorontalo Terus Menggeliat

Spirit Keteladan Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat yang tujuannya adalah melandingkan Diinul Islam di Muka Bumi harus terus digelorakan melalui kajian Islam kepada Para Kader Hidayatullah wilayah Gorontalo. Hal tersebut disampaikan oleh Pemateri, Ust. Syamsul Arifin pada Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) di PD Hidayatullah Bone Bolang (Malam Ahad, 05 April 2014).

Dalam kajiannya, yang disampaikan di hadapan puluhan pengurus daerah (PD) Hidayatullah Provinsi Gorontalo bahwa untuk membangun peradaban Islam tidak terlepas dari tiga hal yaitu; Tawakkal kepada Allah, sistem Manajemen yang sempurna dan uswatun hasanah (optimisme). Hal ini telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat ketika Allah SWT menguji keimanan mereka pada waktu berhadapan dengan tentara ahzab, yang pada saat itu dikenal dengan perang Ahzab. Dengan jumlah pasukan yang tak sebanding dengan pasukan lawan, persenjataan yang sederhana serta stok logistik yang minim, tak membuat hati Rasullullah surut untuk terus memberikan motivasi serta optimisme kepada sahabat dan seluruh pasukan muslim pada saat itu. Beliau terus menggelorakan semangat jihad hidup mulia atau Syahid di Jalan-Nya. Perjuangan dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh tentara Islam pun berbuah hasil dengan datangnya bantuan Allah SWT. Tentara Ahzab yang saat itu mengandalkan kekuatannya, senjata yang serba lengkap serta jumlah yang banyak ternyata harus meninggalkan medan perang karena takut dengan badai topan yang datang secara tiba-tiba meluluhlantakkan tenda-tenda mereka.

Itulah optimisme, manajemen yang sempurna serta tawakkal kepada Allah yang dicontohkan oleh Rasullah SAW. Beliau yakin bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan agama-Nya dilenyapkan oleh orang-orang kafir. Berkat perjuangan dan pengorbanan beliau dan para sahabat Islam bisa sampai kepada ummat saat ini.

Memperjuangkan Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan atau berorasi di atas mimbar, tanpa ada praktek yang menyertainya serta wilayah sebagai ikon miniatur pelaksanaannya. Oleh karena itu, ketika Rasulullah SAW melihat ada ancaman yang mengintai eksistensi agama Islam maka beliau memilih untuk hijrah ke Madinah. Hal itu dilakukan karena di Makkah tidak memungkin tegakknya peradaban Islam.

Di era globalisasi saat ini, satu-satunya  solusi yang harus dilakukan untuk melihat Islam ini tegak adalah kembali kepada apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW yakni membangun miniatur-miniatur madinah sebagai tempat pelaksanaan syari’at Islam. Tanpa ada wilayah yang mendukung maka mustahil Islam ini akan tegak dengan sempurna.

Hal ini coba dilakukan oleh Hidayatullah di seluruh Indonesia yakni membangun kampus-kampus sebagai miniatur peradaban Islam. Kampus inilah yang dijadikan sebagia tempat untuk mempraktekkan bagaimana hidup yang islami, lingkungan yang islami serta kepemimpinan yang islami.

Malam bina iman dan taqwa (MABIT) yang dilaksanakan oleh DPW Hidayatullah Gorontalo saat ini berbeda dengan mabit sebelumnya. Yakni dari model ceramah monolog menjadi kajian interaktif antara pemateri dengan jamaah. Sehingga suasana kajian pun hidup dengan ditutup sesi tanya jawab. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua. Amiiin. (Marwan Husain)